Kamis, 17 November 2011

Hari Pahlawan 10 November 2011

Hari ini, 66 tahun yang lalu, terjadi "Peristiwa 10 November". Peristiwa perang besar ini, terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Berikut latar belakangnya. Pada tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan pada tanggal 25 Oktober mereka mendarat di Surabaya. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, dan memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, di samping itu, tentara Inggris juga memeliki tujuan rahasia untuk mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. 
Berbagai perkembangan yang terjadi telah menunjukkan hal itu dan meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Hal ini menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan beraneka-ragam badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Puncaknya adalah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada tanggal 30 Oktober.

Karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby itu, maka penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan sebuah ultimatum. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Alasannya, antara lain, Republik Indonesia sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat sebagai alat negara juga telah dibentuk

Maka, pada tanggal 10 November (pagi), tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal perang. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang gugur dan luka-luka. Tetapi, perlawanan para pejuang tetap berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Pihak Inggris salah menduga bahwa Kota Surabaya bisa direbut dalam waktu tiga hari saja, salah. Mereka perlu waktu sampai sebulan!
"Peristiwa 10 November", pada kemudian hari, diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Bukan hanya untuk mengenang begitu banyaknya pahlawan yang gugur, atau lamanya pertempuran dan besarnya kekuatan lawan.
Bung Tomo
Namun, juga untuk mengingatkan kita pada peran dan pengaruhnya, yang begitu besar padajalannya revolusi. "Peristiwa 10 November" bisa menggerakkan rakyat untuk ikut serta, baik secara aktif maupun pasif, dalam perjuangan membela bangsa dan Tanah Air.

Pahlawan Kehidupan
Berkaitan dengan Hari Pahlawan Nasional, motivator kita Andrie Wongso mengatakan, "Jika kita mau menggali lebih dalam, kita terlahir untuk jadi pemenang. Selalu ada jiwa seorang patriot dalam diri setiap insan, yang akan menjadikan kita sebagai pahlawan.
Tentu, kita tak harus angkat senjata di medan laga untuk menjadi pahlawan sebenarnya. Melakukan berbagai hal positif dan memberi makna dalam kehidupan ini, bisa menjadi kita seorang pahlawan.

Oleh karena itu, pada Hari Pahlawan Nasional ini, saya mengajak agar kita bersama kembali menengok ke dalam diri sendiri, tentang apa-apa saja yang sudah kita lakukan. Jika sukses yang didapat, terus pertahankan! Jika gagal yang terjadi, teruslah berjuang. Jika kebaikan yang kita petik, segera bagikan. Jika keburukan yang kita tuai, evaluasi dan segera lakukan perbaikan. Saya yakin, jika semangat ini terus dipertahankan, niscaya, kita akan tampil sebagai ‘pahlawan-pahlawan' kehidupan. Salam sukses, luar biasa!"

Misteri 11-11-11

Saat ini, tiap orang di dunia boleh jadi sangat beruntung, karena bisa melewati waktu yang hanya terjadi 100 tahun sekali, yakni tanggal 11-11-11. Maka, tak salah jika banyak orang yang mengistimewakan momentum ini.




Ada banyak orang di dunia yang memberikan makna tertentu pada sebuah tanggal, terutama ketika terjadi fenoma tanggal unik seperti 11/11/11 ini. Sebagian mengatakan ini sebagai kebetulan belaka, sebagaian lain percaya segalanya terjadi sesuai dengan 'The Grand Design'.

11 November 2011 cenderung dianggap sebagai tanggal keberuntungan. Sejumlah besar pasangan memilih untuk melangsungkan pernikahan pada tanggal ini. Faktanya Walt Disney World hari ini melangsungkan 11 acara pernikahan. Sampai para penjudi pun mengaitkan tanggal ini dengan peruntungan mereka, terutama para penggemar blackjack.


Pada abad pertengahan, para numerolog percaya bahwa angka-angka memiliki aspek positif dan negatif, kecuali pada angka 11. Petrus bungus, seorang cendikia abad ke 16 mengatakan. "11 tidak memiliki kaitan dengan kedewaan, tak ada jalan untuk mencapai yang lebih tinggi, maupun keluhuran. Terjebak di antara angka suci 10 dan 12, angka 11 murni melambangkan kejahatan dan para pendosa." Demikian dilansir melalui Msnbc, Jumat (11/11/2011).


Namun, mitologi yang paling berpengaruh dalam 11/11/11 ini bisa dikatakan berasal dari suku Maya. Hitungan dalam kalender suku Maya berakhir pada tanggal 21 Desember 2012, dan beberapa orang mempercayai akan munculnya sebuah era spiritual baru, bahkan terjadinya kiamat. Tanggal hari ini sepertinya jadi dikaitkan dengan 21 Desember 2012 ketika mereka yang mempercayai fenomena tersebut menyadari bahwa U.S. naval Laboratory memperkirakan waktu terjadinya garis balik matahari musim dingin adalah pukul 11:11 waktu universal, pada tanggal 21 Desember 2012.

Bahkan, saat ada tiga angka 11 selaras untuk pertama kalinya dalam satu abad, sebuah film baru bertajuk ‘11/11/11’ dibuat untuk menakuti orang. Karakter pada film ini mengalami fenomena 11:11 atau kecenderungan melihat jam lebih sering di 11.11 dibanding waktu lain di hari itu.

Dalam film, ini menjadi peringatan dari apa yang akan datang. “Pada hari kesebelas di bulan kesebelas tahun kesebelas, gerbang akan terbuka pada hari ini, darah tak berdosa akan tumpah,” demikian sulih suara pada trailer film ini.








Tak ada hal luar biasa mengenai 11.11 atau tanggal 11/11/11, namun otak manusia tak bisa mengabaikan melihat angka berulang itu dan menganggapnya memiliki makna. Angka yang sudah signifikan bagi kita.

Seperti tanggal kalender yang juga kebetulan jatuh pada pola yang jelas menjadi dua kali lipat signifikan. 11/11/11 merupakan contoh lain di mana manusia secara kognitif memiliki kecenderung mencari makna.